SULAWESI TENGGARA — Ribuan warga di pelosok Jawa Barat kini menikmati aliran listrik untuk pertama kalinya. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, PLN UID Jawa Barat membangun infrastruktur kelistrikan baru di 210 titik yang tersebar di berbagai kabupaten, termasuk Sukabumi, Bandung Barat, dan Cianjur.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menyebut kehadiran listrik mengubah cara hidup masyarakat secara fundamental. "Listrik bukan sekadar menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka kesempatan. Ketika listrik hadir di suatu wilayah, masyarakat memiliki akses yang lebih besar terhadap pendidikan, aktivitas ekonomi, dan layanan publik," ujarnya Selasa (11/8/2026).
Infrastruktur Baru 237 Kilometer untuk Wilayah Terpencil
Untuk menjangkau lokasi-lokasi sulit, PLN membangun jaringan yang tidak sedikit. Total terdapat 46,82 kilometer sirkuit (kms) Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dan 190,18 kms Jaringan Tegangan Rendah (JTR). PLN juga memasang gardu distribusi berkapasitas total 3.750 kVA.
Pembangunan infrastruktur ini bukan tanpa hambatan. Tim teknis PLN harus melewati medan geografis ekstrem, keterbatasan akses jalan, hingga cuaca tak menentu di lapangan. Namun, kerja keras tersebut terbayar ketika Desa Sukamaju di Sukabumi, Desa Cilangari di Bandung Barat, dan Desa Cipendawa di Cianjur akhirnya terang benderang.
Dampak Nyata: Belajar Malam dan UMKM Tumbuh
Dampak langsung dirasakan warga. Anak-anak kini bisa belajar di malam hari dengan penerangan memadai, sementara usaha rumahan seperti warung dan produksi makanan kecil bisa beroperasi lebih lama. Akses terhadap teknologi informasi juga terbuka lebar, menghubungkan desa dengan dunia luar.
Joharifin menekankan bahwa program ini adalah fondasi pembangunan masyarakat yang inklusif. Menurutnya, pemerataan akses listrik menjadi kunci untuk mendorong kualitas hidup warga secara menyeluruh, bukan sekadar proyek fisik semata.
Sinergi Pemerintah Daerah dan Warga
Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi erat antara PLN, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah kabupaten/kota, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dukungan warga setempat juga menjadi faktor penting kelancaran proyek di lapangan.
"Keberhasilan Program Lisdes merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Kami menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, Forkopimda, dan masyarakat yang telah memberikan dukungan. Sinergi ini menjadi modal penting bagi kami untuk terus mempercepat pemerataan akses energi di masa mendatang," tambah Joharifin.
Dengan berlanjutnya program ini, PLN UID Jawa Barat optimistis akses listrik yang merata akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat kemandirian desa. Target ke depan, semakin sedikit wilayah yang belum menikmati listrik di provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia ini.