SULAWESI TENGGARA — Pergerakan indeks pada sesi pertama hari ini masih fluktuatif. Data RTI menunjukkan IHSG sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.454,38 dan terendah di 6.424,18. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 319 saham tercatat menguat, 155 saham melemah, dan 233 saham stagnan.
Aktivitas perdagangan pagi ini tercatat cukup ramai. Volume transaksi mencapai 3,11 miliar saham dengan nilai perputaran Rp 1,30 triliun. Frekuensi perdagangan menyentuh 190.144 kali transaksi dalam 30 menit pertama pembukaan.
Posisi IHSG Masih Jauh dari Level Akhir Tahun Lalu
Koreksi dalam yang dialami IHSG sepanjang tahun ini membuat valuasi pasar masih berada di zona tertekan. Secara year-to-date, indeks masih melemah 25,67%. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, pelemahan tercatat 8,25%. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi rebound dalam sepekan terakhir, pemulihan indeks masih membutuhkan waktu.
Namun, dalam rentang waktu yang lebih pendek, momentum penguatan mulai terlihat. Selama sebulan terakhir, IHSG berhasil menguat 6,45%. Bahkan dalam sepekan, indeks mencatatkan kenaikan 3%. Pergerakan ini mengindikasikan adanya aksi beli dari investor yang memanfaatkan harga saham yang sudah terdiskon dalam.
Faktor Eksternal dan Internal yang Mempengaruhi Laju Indeks
Tekanan terhadap IHSG sepanjang tahun ini tidak lepas dari kombinasi faktor global dan domestik. Di sisi eksternal, kebijakan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang masih tinggi terus menjadi bayang-bayang bagi aliran modal asing. Kondisi ini mendorong investor untuk lebih selektif dalam menempatkan asetnya di pasar emerging market, termasuk Indonesia.
Dari dalam negeri, pelaku pasar masih menanti katalis baru yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lebih agresif. Data fundamental makro yang solid menjadi syarat utama agar indeks bisa berbalik arah secara berkelanjutan. Sentimen positif dari penguatan sepekan terakhir diharapkan mampu menjadi fondasi bagi pergerakan indeks ke depan.
Apa yang Perlu Dicermati Investor pada Sesi Berikutnya
Level psikologis 6.400 menjadi support terdekat yang perlu dipertahankan IHSG. Jika indeks mampu bertahan di atas level tersebut hingga penutupan, bukan tidak mungkin penguatan akan berlanjut. Sebaliknya, tekanan jual bisa kembali muncul jika sentimen global memburuk di tengah sesi perdagangan.
Investor juga perlu memantau pergerakan nilai tukar rupiah dan aliran dana asing. Kedua indikator ini kerap menjadi penentu arah pasar modal Indonesia. Aksi net buy atau net sell asing pada perdagangan hari ini bakal memberikan sinyal mengenai kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi domestik.
Perlu dicatat, meskipun terjadi penguatan pagi ini, volatilitas pasar masih tinggi. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi pembalikan arah harga. Investasi mengandung risiko.