Pencarian

Harga Properti Residensial Naik 0,69% di Kuartal II 2026, Penjualan Rumah Mulai Membaik

Minggu, 09 Agustus 2026 • 08:35:01 WIB
Harga Properti Residensial Naik 0,69% di Kuartal II 2026, Penjualan Rumah Mulai Membaik
Harga properti residensial nasional tercatat naik 0,69% secara tahunan pada kuartal II 2026.

SULAWESI TENGGARA — Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) BI mengonfirmasi tren perlambatan kenaikan harga rumah di pasar primer masih berlanjut. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengungkapkan, pertumbuhan IHPR triwulan II 2026 yang sebesar 0,69% (yoy) ini utamanya didorong oleh kenaikan harga rumah tipe besar.

Indeks harga rumah tipe besar tercatat di level 108,41, tumbuh 0,68% (yoy), meningkat dibandingkan capaian triwulan I 2026 yang sebesar 0,50% (yoy). Sementara itu, rumah tipe kecil mencatat indeks 113,89 dengan pertumbuhan melambat ke 0,49% (yoy) dari sebelumnya 0,61% (yoy). Adapun rumah tipe menengah berada di indeks 114,01 dengan pertumbuhan yang relatif stabil.

Penjualan Rumah Mulai Menggeliat, Kontraksi Menyempit

Perbaikan paling mencolok terlihat dari sisi penjualan. Secara keseluruhan, penjualan properti residensial di pasar primer masih terkontraksi 2,36% (yoy), namun angka ini jauh lebih baik dibandingkan kontraksi 25,67% (yoy) pada triwulan I 2026.

BI mencatat perbaikan ini didorong oleh peningkatan penjualan rumah tipe kecil dan besar. Sementara itu, penjualan rumah tipe menengah masih terbatas dan belum menunjukkan momentum pemulihan yang kuat.

Pengembang Masih Andalkan Dana Internal, Konsumen Dominan KPR

Dari sisi pembiayaan, struktur pendanaan pembangunan properti residensial masih didominasi oleh dana internal perusahaan. Pangsa pembiayaan dari kas internal pengembang mencapai 73,28% dari total kebutuhan pembiayaan proyek.

Di sisi permintaan, skema pembelian rumah di pasar primer masih bertumpu pada kredit pemilikan rumah (KPR). Pangsa pembelian melalui KPR mencapai 70,05% dari total skema pembelian yang digunakan konsumen. Angka ini mengindikasikan ketergantungan pasar properti residensial terhadap daya beli masyarakat yang difasilitasi perbankan masih sangat tinggi.

Dengan tren kenaikan harga yang tetap terbatas dan penjualan yang mulai membaik, pasar properti residensial menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Namun, ketergantungan pada KPR dan dana internal pengembang tetap menjadi variabel kunci yang perlu dicermati pelaku bisnis dalam menyusun strategi ke depan.

Follow www.liputankendari.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks