KONAWE — Polemik yang ramai di media sosial terkait dugaan perundungan terhadap seorang siswa SD Negeri 1 Nario Indah akhirnya menemukan titik terang. Dalam pertemuan klarifikasi yang berlangsung di sekolah tersebut, para pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan melalui proses adat. Waktu dan tempat pelaksanaan akan ditentukan kemudian.
Pertemuan yang digelar sekitar pukul 09.40 WITA itu menjadi ruang bersama untuk mendengarkan penjelasan dari berbagai unsur. Hadir di antaranya Kapolres Konawe AKBP Edi Raharjono, Wakil Bupati Lira Agus Marwan, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe, kepala sekolah, dewan guru, hingga orang tua siswa.
Penyebab Polemik: Miskomunikasi Sekolah dan Orang Tua
Hasil klarifikasi di lapangan menunjukkan persoalan yang berkembang di media sosial pada dasarnya bersumber dari perbedaan pemahaman. Kepala Bidang Dikdas Dikbud Kabupaten Konawe Dewi Puspa Arini turut hadir bersama Kasi Kurikulum Risaldin untuk memastikan duduk perkara yang sebenarnya.
Kapolres Konawe AKBP Edi Raharjono menegaskan kehadirannya merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral institusi kepolisian. Ia memastikan persoalan ini tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas, khususnya yang berdampak pada psikologis anak.
“Harapan kita, persoalan ini tidak melebar dan tidak mempengaruhi perkembangan anak-anak. Jangan sampai ada kendala dalam pergaulan mereka dengan teman-temannya yang berkepanjangan. Persoalan seperti ini masih bisa dibicarakan dengan baik secara kekeluargaan,” ungkapnya.
Sebab Kapolres Turun Tangan
Informasi yang beredar di media sosial soal dugaan perundungan memicu kekhawatiran publik di Wawotobi. Ditambah lagi, beredarnya berbagai narasi yang belum tentu akurat berpotensi memperkeruh suasana dan meresahkan orang tua murid.
Kehadiran Kapolres bersama jajaran PJU Polres Konawe menjadi penengah agar suasana tetap kondusif. Langkah ini sekaligus memastikan proses pendidikan anak-anak di Konawe tidak terganggu oleh persoalan yang seharusnya bisa diselesaikan dengan komunikasi.
Hasil Mediasi: Dikbud Konawe yang Menindaklanjuti
Dari hasil pertemuan, disepakati bahwa penyelesaian persoalan akan ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe. Proses adat dipilih sebagai jalan tengah yang dianggap paling tepat untuk menjaga suasana kekeluargaan di lingkungan sekolah.
Usai pertemuan, Kapolres bersama para PJU dan peserta kegiatan mengunjungi kediaman siswa Abdu di Desa Nario. Dalam kunjungan tersebut, Kapolres memberikan perhatian dan dukungan moril kepada siswa beserta keluarganya dengan menyerahkan bingkisan.
Kunjungan itu menjadi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan. Sekaligus upaya membangun suasana yang lebih sejuk dan positif bagi siswa maupun keluarga di tengah hangatnya pemberitaan di media sosial.