Pencarian

RI-Rusia Perkuat Kerja Sama Energi, Bahlil Jamin Tindak Lanjut Arahan Prabowo

Sabtu, 05 September 2026 • 08:04:01 WIB
RI-Rusia Perkuat Kerja Sama Energi, Bahlil Jamin Tindak Lanjut Arahan Prabowo
Menteri ESDM Bahlil menegaskan komitmen tindak lanjut konkret kerja sama energi RI-Rusia sesuai arahan Presiden Prabowo.

SULAWESI TENGGARA — Bahlil menegaskan, forum bilateral di Vladivostok tersebut menjadi pintu masuk untuk menerjemahkan pembahasan tingkat kepala negara ke dalam program sektoral yang konkret. Presiden Prabowo, menurut Bahlil, memberi arahan tegas agar setiap kesepakatan yang dibangun mampu memperkuat ketahanan energi nasional.

"Arahan Bapak Presiden sangat jelas. Kerja sama energi dengan Rusia harus memperkuat ketahanan energi nasional, baik melalui peningkatan produktivitas migas, pembangunan infrastruktur energi, maupun pengembangan teknologi energi masa depan," ujar Bahlil dalam keterangan resminya, Kamis.

Potensi Kolaborasi yang Saling Melengkapi

Dalam sesi pleno EEF ke-11, Presiden Prabowo menyampaikan pandangannya bahwa kemitraan kedua negara tidak boleh berhenti pada sekadar pertukaran barang. Ia menilai Rusia memiliki keunggulan pada sumber daya energi serta penguasaan ilmu pengetahuan dan rekayasa maju.

Di sisi lain, Indonesia menawarkan pasar domestik yang besar dan posisinya sebagai pintu masuk menuju kawasan ASEAN. Kombinasi kekuatan ini, menurut Presiden, membuka peluang kolaborasi di berbagai rantai kegiatan energi, terutama sektor minyak dan gas bumi.

"Di sektor energi, Indonesia menyambut kerja sama Rusia yang meningkatkan produktivitas eksplorasi, produksi, dan pengolahan minyak dan gas," kata Presiden RI.

Energi Masa Depan dan Agenda Hilirisasi

Selain migas, pemerintah Indonesia membuka ruang diskusi untuk pengembangan energi masa depan. Rusia diharapkan dapat mendukung melalui pengetahuan dan investasi di bidang energi terbarukan, modernisasi jaringan ketenagalistrikan, serta pemanfaatan tenaga nuklir untuk tujuan damai.

Presiden Prabowo secara spesifik menyebut ketertarikan Indonesia pada teknologi nuklir modular dan berskala penuh yang memenuhi standar keselamatan tertinggi serta perlindungan internasional. Isu ini juga disampaikan Presiden dalam kerangka pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kami mencari pengetahuan dan investasi di bidang energi terbarukan, jaringan listrik cerdas, dan tenaga nuklir untuk tujuan damai, termasuk teknologi modular dan berskala penuh dengan standar keselamatan tertinggi serta perlindungan internasional," lanjut Presiden Prabowo.

Target Investasi dan Nilai Tambah bagi Industri

Bahlil menekankan bahwa seluruh pembahasan di forum internasional tersebut harus memiliki tindak lanjut yang jelas dan terukur. Ia memastikan Kementerian ESDM akan mengawal setiap peluang agar memberikan nilai tambah bagi industri nasional.

"Kerja sama ini tidak boleh berhenti pada komitmen. Tindak lanjutnya harus konkret, terukur, menghadirkan investasi dan transfer teknologi, serta memberikan nilai tambah bagi industri nasional dan manfaat bagi masyarakat," tegas Bahlil.

Langkah selanjutnya, Kementerian ESDM akan memetakan peluang kerja sama yang bisa dieksekusi dalam waktu dekat. Prioritasnya mencakup peningkatan produksi energi dalam negeri, penguasaan teknologi, serta penguatan kemandirian energi nasional.

Follow www.liputankendari.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks