SULAWESI TENGGARA — Nugroho Setyo Utomo, VP Marketing PT Pertamina Lubricants, mengonfirmasi bahwa kemitraan dengan tim milik Valentino Rossi tersebut berlaku selama tiga musim sejak 2024. Artinya, kontrak otomatis selesai ketika Grand Prix terakhir 2026 berakhir.
“First partnership kita (dengan VR46 Racing Team) memang sampai 2026. Sekarang kita sedang evaluasi untuk kelanjutannya karena banyak pertimbangan,” ujar Nugroho di sela-sela nonton bareng (nobar) MotoGP Aragon 2026 bersama detikcom, Minggu malam (30/8).
Evaluasi Tanpa Target Waktu Pasti
Nugroho menyebut proses evaluasi mencakup beberapa aspek utama. Pencapaian tim di lintasan, exposure merek di pasar global, hingga pengembangan program yang sudah berjalan selama dua tahun terakhir menjadi bahan pertimbangan.
“Misalnya seperti prestasi tim, pencapaian yang kita dapat, exposure, tentunya dengan pengembangan-pengembangan yang sudah kita lakukan sejauh ini,” tambahnya.
Saat ditanya kapan keputusan final akan diumumkan, Nugroho belum bisa memastikan. Yang jelas, komunikasi dengan manajemen VR46 berjalan intensif sepanjang musim, bukan hanya ketika kontrak hampir habis.
“Komunikasi pasti intens, bukan berarti kita komunikasi hanya di awal dan akhir musim. Kita daily terus melakukan komunikasi, karena secara teknis kita terus melakukan atensi,” tuturnya.
Kemitraan yang Sulit Ditolak
Meski belum ada keputusan final, Nugroho mengakui kemitraan dengan VR46 memberi dampak signifikan bagi Pertamina Lubricants. Exposure perusahaan naik drastis dalam dua hingga tiga tahun terakhir, dan yang lebih penting, muncul efek domino berupa tawaran kerja sama dari mitra global lain.
“Kalau di kami jelas 2-3 tahun terakhir ini exposure-nya luar biasa, business opportunity-nya juga luar biasa,” ungkapnya.
“Tadi sudah saya sampaikan, setelah bermitra dengan VR46, kita juga dapet offering dari partner-partner lain. Partner global kita sebelumnya sudah ada, tapi ditambah dengan kemitraan VR46, ini semakin kuat,” kata dia menambahkan.
VR46 Racing Team sendiri tampil kompetitif di MotoGP 2026. Tim asal Italia itu konsisten bersaing di papan tengah, dan hasil ini menjadi salah satu nilai tawar utama saat negosiasi perpanjangan kontrak nanti.