KONAWE — Titik api muncul di Desa Napoosi, Kecamatan Onembute, dan Desa Barowila, Kecamatan Tongauna Utara, hampir bersamaan pada Selasa malam. Di Desa Napoosi, api pertama kali terlihat sekitar pukul 18.00 WITA di kawasan Taman Nasional Rawa Aopa. Sementara di Barowila, kebakaran dilaporkan terjadi satu jam kemudian, pukul 19.00 WITA.
Lokasi kebakaran yang berada di dalam kawasan hutan membuat kendaraan pemadam kebakaran tidak bisa menjangkau titik api. Petugas gabungan terpaksa menggunakan peralatan seadanya, seperti ranting kayu dan tangki semprot, untuk menjinakkan kobaran api.
Api di Napoosi Padam Setelah Empat Jam Berjibaku
Setelah berjibaku selama hampir empat jam, api di Desa Napoosi akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.50 WITA. Tim gabungan tidak langsung meninggalkan lokasi, melainkan tetap disiagakan untuk memastikan tidak ada penyalaan kembali.
Hingga laporan ini disusun, proses pemadaman di Desa Barowila masih terus dilakukan oleh petugas gabungan. Kondisi medan yang sulit dilalui menjadi kendala utama dalam penanganan di lokasi tersebut.
Bagaimana Petugas Memadamkan Api di Lokasi yang Sulit Dijangkau?
Keterbatasan akses membuat tim gabungan mengandalkan peralatan manual. Ranting kayu dan tangki semprot menjadi senjata utama untuk mengendalikan api di kedua lokasi kejadian.
Penanganan karhutla ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe, TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Konawe, Satpol PP, hingga pemerintah kecamatan dan desa. Warga setempat juga ikut turun tangan membantu memadamkan api.
Imbauan Sekda Konawe: Jangan Bakar Lahan Sembarangan
Sekda Konawe, Dr. Ferdinand, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama membakar lahan secara sembarangan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan bersama-sama mencegah agar kejadian karhutla tidak terus berulang," demikian laporan BPBD Konawe.
Tim gabungan saat ini masih melakukan pemantauan di lokasi untuk memastikan kondisi benar-benar aman dan tidak muncul kembali titik api. Musim kemarau yang berkepanjangan dinilai meningkatkan potensi kebakaran di sejumlah wilayah Konawe, sehingga pengawasan akan terus diperketat.