Pencarian

Kebakaran Lahan Gambut Seluas 3.000 Meter Persegi di Perbatasan Kendari-Konawe Selatan Berhasil Dipadamkan

Minggu, 23 Agustus 2026 • 09:31:01 WIB
Kebakaran Lahan Gambut Seluas 3.000 Meter Persegi di Perbatasan Kendari-Konawe Selatan Berhasil Dipadamkan
Personel gabungan memadamkan api di lahan gambut seluas 3.000 meter persegi di Desa Lalowiu, Konawe Selatan, Sabtu (22/8/2026).

Kebakaran melanda lahan gambut seluas 3.000 meter persegi di Desa Lalowiu, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, yang berbatasan langsung dengan Kota Kendari. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (22/8/2026) dan berhasil dipadamkan setelah pihak pemadam kebakaran dari dua daerah serta Brimob Polda Sultra dikerahkan ke lokasi.

KONAWE SELATAN — Lahan gambut di kawasan perbatasan Kabupaten Konawe Selatan dan Kota Kendari terbakar pada Sabtu (22/8/2026). Titik api berada di Desa Lalowiu, Konawe Selatan, dan menghanguskan area seluas 3.000 meter persegi.

Operasi pemadaman melibatkan dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Kota Kendari, satu unit Damkar Kabupaten Konawe Selatan, serta satu unit mobil Rantis Karhutlah Polda Sultra. Personel gabungan dari Brimob Polda Sultra dan Polresta Kendari turut dikerahkan untuk menjinakkan api di lokasi.

Personel Gabungan Terjun ke Titik Api

Berdasarkan foto udara yang diabadikan ANTARA Sultra, sejumlah personel Brimob Polda Sultra dan Polresta Kendari terlihat berupaya memadamkan api dengan menggunakan sisa ranting pohon. Metode manual ini dilakukan untuk menjangkau titik api yang tidak bisa dilalui oleh kendaraan pemadam.

Kebakaran lahan gambut memiliki karakteristik yang lebih sulit ditangani dibandingkan kebakaran lahan biasa. Material gambut yang tebal dapat menyimpan bara api di kedalaman tanah, sehingga api berpotensi muncul kembali meskipun permukaan lahan sudah tampak padam.

Mengapa Kebakaran Lahan Gambut Berbahaya?

Lahan gambut yang terbakar tidak hanya menghasilkan asap tebal yang mengganggu kesehatan, tetapi juga berpotensi merusak ekosistem dan melepas emisi karbon dalam jumlah besar. Kawasan perbatasan ini menjadi perhatian karena posisinya yang berdekatan dengan permukiman warga dan wilayah perkotaan.

Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti kebakaran serta jumlah kerugian material yang ditimbulkan. Pihak berwenang masih melakukan proses pendinginan di lokasi untuk memastikan api tidak kembali menyala.

Koordinasi Lintas Wilayah Jadi Kunci

Kejadian ini menunjukkan pentingnya koordinasi antara pemerintah kota dan kabupaten dalam penanganan kebakaran di wilayah perbatasan. Mobil Damkar dari Kota Kendari dan Konawe Selatan dikerahkan bersamaan dengan dukungan aparat kepolisian untuk memastikan api segera padam.

Warga di sekitar lokasi diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran susulan dan segera melapor jika melihat kemunculan titik api baru. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di musim kemarau yang rawan memicu kebakaran meluas.

Follow www.liputankendari.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sultra.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks