KENDARI — Apel Besar yang menjadi puncak peringatan Hari Pramuka ke-65 ini diikuti 800 anggota Pramuka Penggalang dan Penegak se-Kota Kendari, ditambah 200 tamu undangan. Mereka memenuhi halaman Balai Kota Kendari sejak pagi. Plh Sekda Sultra Ronni Yakob bertindak sebagai pembina upacara dan membacakan sambutan Gubernur Sultra.
Dalam sambutannya, Gubernur menekankan bahwa Pramuka memiliki peran strategis menghadapi tantangan modernisasi dan potensi krisis karakter generasi muda. Nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Darma tidak boleh berhenti sebagai hafalan saja.
“Tri Satya dan Dasa Darma bukan sekadar hafalan, melainkan kompas moral,” demikian pesan Gubernur yang dibacakan Ronni Yakob. Pesan ini menggarisbawahi pentingnya kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian sosial sebagai pondasi kehidupan sehari-hari.
Tema peringatan tahun 2026 mengangkat kontribusi aktif dalam mewujudkan sumber daya manusia unggul dan berkarakter. Gubernur juga mengapresiasi 635 anggota Kontingen Sultra yang baru menyelesaikan Jambore Nasional di Cibubur, terdiri atas peserta didik, pembina pendamping, dan tim pendukung.
Di sela apel, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menyerahkan penghargaan kepada dua peserta Jamnas. Penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi atas prestasi mereka mewakili Sultra di ajang nasional.
Selain itu, penghargaan juga diberikan berupa Lencana Melati, Darma Bakti, Karya Bakti, dan Panca Warsa kepada sejumlah anggota Pramuka yang dinilai berjasa. Pemberian penghargaan ini menjadi bagian dari penguatan pembinaan kepramukaan di daerah.
Gubernur dalam sambutannya meminta pemerintah kabupaten dan kota memperkuat dukungan terhadap pembinaan kepramukaan melalui kebijakan, fasilitas, serta anggaran yang memadai. Pengalaman yang diperoleh peserta Jamnas diharapkan dapat diterapkan kembali di gugus depan masing-masing.
Sebelum apel, serangkaian kegiatan sudah digelar untuk memeriahkan Hari Pramuka. Mulai dari Teposua Pembina, Ulang Janji, Renungan Suci, ziarah, hingga donor darah.
Apel ditutup dengan penampilan tari kolosal dari SMAN 13 Konawe Selatan yang mengangkat tema ketahanan pangan. Penampilan ini menjadi penanda semangat Pramuka dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Melalui peringatan ini, diharapkan setiap anggota Pramuka mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat.