Gunung Sinabung Erupsi, Penerbangan Lion Group ke Kualanamu Berstatus Delay

Penulis: Naufal Aditama  •  Selasa, 01 September 2026 | 20:20:01 WIB
Abu vulkanik erupsi Gunung Sinabung menyebabkan sejumlah penerbangan Lion Group dari dan menuju Bandara Kualanamu mengalami penundaan.

SULAWESI TENGGARA — Perjalanan udara Anda bisa terganggu jika berencana terbang menggunakan Lion Group dari atau menuju Medan dalam beberapa hari ke depan. Abu vulkanik hasil erupsi Gunung Sinabung yang terbawa angin memaksa maskapai menyesuaikan ratusan jadwal penerbangan, mulai dari penundaan keberangkatan hingga pembatalan total.

Penerbangan Mana yang Terdampak?

Corporate Communications Strategic of Lion Group, Danang Mandala Prihantoro, menyatakan seluruh rute yang berangkat dan tiba di Bandara Kualanamu berpotensi mengalami perubahan. Penyesuaian ini mencakup jadwal keberangkatan, kedatangan, pengaturan ulang rute, hingga pembatalan.

Keputusan operasional tidak diambil sepihak. Lion Group berkoordinasi dengan pengelola bandara, otoritas penerbangan, dan tim pemantau aktivitas gunung sebelum menentukan nasib setiap jadwal.

Apa yang Dialami Penumpang Saat Delay?

Penundaan bisa terjadi secara tiba-tiba karena kondisi abu vulkanik berubah cepat. Menurut Danang, penyebaran abu sangat bergantung pada arah dan kecepatan angin, intensitas erupsi, serta atmosfer—situasi yang tidak bisa diprediksi jauh-jauh hari.

"Waktu keberangkatan dan kedatangan tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan kondisi pada saat pesawat akan berangkat, karena pesawat juga harus mempertimbangkan kondisi sepanjang jalur penerbangan dan wilayah tujuan," jelas Danang dalam keterangan resmi, Selasa (1/9/2026).

Mengapa Abu Vulkanik Begitu Berbahaya?

Abu vulkanik bukan sekadar kabut tebal. Partikelnya mampu mengurangi jarak pandang pilot dan berdampak buruk pada kinerja mesin serta komponen pesawat. Karena itu, kru dilarang mengoperasikan pesawat melalui wilayah yang dinilai berisiko.

"Kondisi tersebut juga menjadi pertimbangan bagi kru dalam menjalankan penerbangan. Oleh karena itu, pesawat tidak akan dioperasikan melalui wilayah yang dinilai memiliki risiko abu vulkanik terhadap keselamatan penerbangan," imbuh Danang.

Langkah Selanjutnya

Maskapai menegaskan gangguan ini termasuk kategori force majeure—kondisi di luar kendali akibat faktor alam. Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional.

Bagi Anda yang memiliki jadwal terbang, pantau aplikasi resmi Lion Air, hubungi call center, atau cek status penerbangan di situs Bandara Kualanamu sebelum berangkat ke bandara. Antisipasi waktu tunggu ekstra dan siapkan rencana cadangan apabila penerbangan dibatalkan.

Reporter: Naufal Aditama
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top