KENDARI — Lomba Karya Jurnalistik tingkat Sulawesi Tenggara yang digelar Komunitas Sahabat Pena mengusung tema "Dampak PHK dan Berhentinya Aktivitas PT Wijaya Nusantara (WIN) terhadap Kehidupan Masyarakat". Pendiri Penafaktual.com, La Ode Husaini, berhasil menembus posisi keempat dari 30 jurnalis yang berasal dari Kota Kendari dan berbagai kabupaten di Sultra.
Ketua Panitia, HNR Andri SH, menyebut tema ini dipilih karena persoalan pemutusan hubungan kerja menjadi isu yang nyata dirasakan masyarakat di wilayah lingkar tambang.
"Ada kegelisahan, kegundahan di tengah masyarakat lingkar tambang terkait ketenagakerjaan. Sehingga ini perlu kita dorong agar aktivitas perusahaan dapat berjalan kembali," ujar Andri usai acara, didampingi Sekretaris Panitia Anca Silvansa.
Dalam tulisannya, Uceng—sapaan La Ode Husaini—menguraikan dampak positif operasional PT WIN bagi warga. Selama perusahaan beroperasi, pelaku UMKM, pemilik kos-kosan, dan pemilik warung banyak menggantungkan hidupnya pada perusahaan tersebut.
PT WIN juga memberikan berbagai bantuan sosial seperti pembangunan masjid, jembatan, deker, jalan, dan sumur bor. Kondisi berubah setelah operasional perusahaan berhenti sejak akhir April 2026 dan mulai melakukan PHK pada 10 Agustus 2026.
Uceng juga menguraikan keluhan karyawan yang terkena PHK hingga tidak mampu lagi membayar cicilan kendaraan maupun kredit lainnya. Hal ini menjadi gambaran nyata bagaimana berhentinya sebuah industri tambang berdampak langsung pada ekonomi rumah tangga.
Uceng mengatakan Penafaktual.com baru berusia lebih dari tiga tahun. Meski demikian, media yang didirikannya telah menghasilkan cukup banyak karya jurnalistik. Ia sendiri telah menekuni profesi jurnalis selama lebih dari enam tahun dan mulai belajar menulis sejak 2020.
"Saya mulai belajar menulis itu sekitar tahun 2020, dan terus belajar. Alhamdulillah dalam perlombaan ini ternyata bisa juga bersaing dengan jurnalis-jurnalis senior se-Sulawesi Tenggara," ujarnya.
Berdasarkan hasil penilaian panitia, juara pertama diraih Sultraaktual.id melalui karya "Nestapa Dibalik Terhentinya Industri Tambang" karya Ramaluddin. Juara kedua diraih SultraFajar.co.id dengan karya "RKAB Belum Terbit, PHK PT WIN Picu Kenaikan Pengangguran di Lingkar Tambang Torobulu Konawe Selatan" karya Ismar Indarsyah.
Juara ketiga diraih Jejarisultra.com melalui karya "Dahulu Tambang WIN Menghidupi, Kini Ex Karyawan dan UMKM 'Dihantui' Kemiskinan" karya Kusdin. Sementara juara kelima diraih Sultracerdas.com melalui karya "PHK dan Lesunya Ekonomi Menghantui Warga Konsel Pasca Berhentinya Operasional PT WIN" karya Dedyansah.
Menurut Uceng, hal terpenting dalam lomba ini bukan hanya soal meraih juara, tetapi bagaimana mengasah kemampuan dan meningkatkan kompetensi dalam menulis karya jurnalistik.
"Sebagai jurnalis bagaimana meningkatkan kompetensi diri agar karya jurnalistik yang kita buat lebih berkualitas," katanya.
Melalui kegiatan ini, Sahabat Pena Sultra berharap karya jurnalistik tidak hanya menjadi produk informasi, tetapi juga menjadi ruang untuk menyuarakan kondisi masyarakat dan mendorong perhatian terhadap persoalan sosial ekonomi di daerah.