SDN 2 Baadia Baubau Wakili Sultra ke Ajang Sahabat Sekolah Dasar 2026, Empat Siswa Andalan Kepsek Nursida Siap Berlaga di Nasional

Penulis: Mirza Fachri  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:31:32 WIB
Empat siswa SD Negeri 2 Baadia, Baubau, resmi menjadi wakil Sulawesi Tenggara dalam ajang Sahabat Sekolah Dasar 2026 tingkat nasional.

BAUBAU — SD Negeri 2 Baadia mencatatkan namanya di kancah nasional setelah terpilih mewakili Sulawesi Tenggara dalam program Sahabat Sekolah Dasar 2026. Sekolah ini merupakan satu-satunya dari enam SD di Kota Baubau yang lolos seleksi awal, dan kini bersiap bersaing dengan perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia.

Kepala SD Negeri 2 Baadia, Nursida, S.Pd., M.Pd., mengatakan pihaknya menunjuk empat siswa kelas V yang dinilai memiliki kemampuan beragam untuk menjadi andalan. Mereka adalah Muhammad Nur Arafat Purnama, Wa Ode Amiratun Azkiyani Mbone, Yumn Mulyadin, dan Anandita Zahra.

"Dari penjaringan itu kami menemukan empat anak yang memiliki berbagai karakter dan keterampilan. Ada yang menjadi Polisi Cilik, suka menyanyi solo, memiliki kemampuan di bidang fashion, hingga berprestasi dalam bulu tangkis melalui O2SN," kata Nursida kepada Baubau Post, Rabu (19/8/2026).

Empat Siswa dengan Bakat Berbeda Jadi Kekuatan Utama

Keempat siswa tersebut tidak hanya unggul di bidang non-akademik, tetapi juga memiliki prestasi akademik sebagai juara kelas. Muhammad Nur Arafat Purnama tengah menjalani pelatihan Polisi Cilik (Pocil) di Polres Baubau, sementara Wa Ode Amiratun Azkiyani Mbone akan tampil di FLS3N cabang menyanyi solo.

Yumn Mulyadin dipercaya mewakili sekolah pada cabang bulu tangkis, dan Anandita Zahra siap unjuk kebolehan dalam lomba fashion show. Kombinasi bakat inilah yang dinilai juri sebagai gambaran utuh penerapan karakter positif di lingkungan sekolah.

Seleksi Berjenjang: Dari 129 SD Hingga Dua Wakil Sultra

Perjalanan menuju tingkat nasional tidak singkat. SD Negeri 2 Baadia harus melewati seleksi berjenjang mulai dari tingkat kota hingga provinsi. Dari total 129 sekolah dasar yang mengikuti seleksi di tingkat Sultra, enam sekolah lolos pada tahap pertama.

Setelah melalui penilaian video aktivitas siswa dan wawancara mendalam, hanya SD Negeri 2 Baadia dan SD Negeri 12 Gu, Kabupaten Buton Tengah, yang ditetapkan sebagai wakil Sultra. Video yang dikirimkan menggambarkan aktivitas siswa secara utuh, mulai dari bangun pagi hingga tidur tepat waktu.

Gerakan Tujuh Kebiasaan: Jurnal Harian Orang Tua Jadi Kunci

Bagi SD Negeri 2 Baadia, program ini bukan sekadar kompetisi. Sekolah menjadikannya sarana membangun kebiasaan anak melalui bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur tepat waktu.

Nursida menekankan bahwa keberhasilan gerakan ini membutuhkan sinergi antara sekolah dan orang tua. "Kebiasaan bangun pagi tidak bisa hanya dilakukan oleh anak, tetapi harus bersinergi dengan orang tua. Karena itu kami membuat jurnal aktivitas harian yang diisi oleh orang tua," ujarnya.

Pembina SD Negeri 2 Baadia, Salmiani, S.Pd., menambahkan bahwa setelah penetapan sebagai Sahabat Sekolah Dasar tingkat nasional, pihaknya mulai menyiapkan aksi nyata dengan melibatkan lingkungan pendidikan. Sinergi sekolah, keluarga, masyarakat, dan media menjadi fokus utama.

"Pencapaian ini menjadi motivasi bagi SD Negeri 2 Baadia untuk terus memperkuat pendidikan karakter dan membiasakan peserta didik menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari," kata Salmiani.

Dukungan Penuh Dinas Pendidikan Kota Baubau

Kepala Dinas Pendidikan Kota Baubau, La Mane, mengapresiasi capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa program ini tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial belaka, melainkan harus menjadi bagian dari perilaku peserta didik sehari-hari.

"Program ini merupakan perpaduan pembiasaan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari yang bertujuan membentuk anak yang disiplin dan berakhlak mulia," kata La Mane.

Penyerahan piagam penghargaan tingkat provinsi serta pemasangan selempang kepada empat siswa telah dilakukan sebagai tanda resmi keterwakilan Sultra. Secara nasional, Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat diluncurkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada 27 Desember 2024 sebagai bagian dari upaya membentuk generasi sehat, cerdas, dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045. Program Sahabat Sekolah Dasar 2026 menempatkan murid sebagai agen perubahan yang menggabungkan gerakan tersebut dengan Gerakan Rukun Sama Teman.

Reporter: Mirza Fachri
Sumber: baubaupost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top