Pencarian

Indosat Luncurkan Intelligence Suite, Targetkan AI Sampai Tarakan dan Jayapura

Sabtu, 10 Oktober 2026 • 15:16:01 WIB
Indosat Luncurkan Intelligence Suite, Targetkan AI Sampai Tarakan dan Jayapura
CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha berbicara dalam peluncuran Indosat Intelligence Suite di JW Marriott Hotel South Beach, Singapura.

SULAWESI TENGGARA — Indosat Ooredoo Hutchison resmi meluncurkan platform Indosat Intelligence Suite untuk mendistribusikan layanan kecerdasan buatan ke pelaku usaha kecil dan daerah terpencil di Indonesia. Peluncuran disertai pengumuman kemitraan strategis dengan perusahaan keamanan siber F5, berlangsung di JW Marriott Hotel South Beach, Singapura. Langkah ini menandai upaya operator telekomunikasi memasarkan AI dengan skema pembayaran rupiah dan penyesuaian kebutuhan lokal.

Platform Indosat Intelligence Suite dirancang menjangkau segmen usaha mikro, kecil, dan menengah hingga korporasi besar. President Director & Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyatakan misi perusahaan adalah intelligence for all atau kecerdasan untuk semua.

"Kami ingin membawa intelligence untuk semua. Kami ingin menghadirkannya untuk usaha kecil, UMKM. Mengapa hanya untuk Jakarta? Ini harus untuk Tarakan, untuk Jayapura," ujar Vikram di sela peluncuran Indosat Intelligence Suite dan pengumuman kemitraan strategis Indosat dengan F5 di JW Marriott Hotel, South Beach, Singapura, Jumat (9/10/2026).

Pendekatan Lokal untuk Kebutuhan Berbeda

Vikram menekankan bahwa produk AI yang berhasil di pasar Amerika Serikat atau Singapura belum tentu cocok diterapkan di Indonesia. Karena itu, Indosat memilih mendengarkan kebutuhan pelaku usaha lokal sebelum mengembangkan solusi.

"Apa yang berhasil di AS atau Singapura mungkin tidak berhasil di sana. Jadi, kemitraan kami bukan tentang membawa sesuatu yang telah dibuat di belahan dunia lain lalu menjualnya di sini. Kami mendengarkan kebutuhan mereka dan bersama-sama menciptakan apa yang mereka butuhkan. Itulah sebabnya saya terus menekankan konsep intelligence for all," jelasnya.

Strategi penjualan platform ini juga menyesuaikan daya beli pasar Indonesia. Indosat menyediakan skema pembayaran dalam rupiah, sebuah langkah yang memudahkan UMKM mengakses layanan AI tanpa harus mengonversi mata uang asing.

Perbankan dan Pertambangan Jadi Pengguna Tercepat

Meski visi jangka panjangnya menyasar semua lapisan usaha, Vikram mengakui bahwa permintaan paling mendesak saat ini datang dari sektor perbankan dan keuangan. Kedua sektor tersebut sudah lebih dulu mengadopsi AI dalam operasional mereka.

"Berdasarkan data dan pengalaman, kebutuhan yang paling mendesak sekarang adalah sektor perbankan dan keuangan. Mereka sudah menggunakan AI. Bersama F5, kami ingin menjadikan penerapannya terpercaya, sederhana, sehingga mereka dapat melihat manfaat nyata dari teknologi ini. Sektor pertambangan juga mulai berkembang," paparnya.

Kemitraan dengan F5 berfokus pada aspek kepercayaan dan kesederhanaan penerapan AI. F5 dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang keamanan aplikasi dan pengiriman konten, sehingga kolaborasi ini menyasar sisi keandalan infrastruktur AI yang digunakan klien korporat Indosat.

Potensi Startup dan Konsumsi AI Domestik

Vikram menyoroti satu segmen yang menurutnya akan segera membutuhkan platform ini, yakni startup Indonesia. Banyak startup saat ini menggunakan token dan model AI dari penyedia luar negeri.

"Saya ingin menambahkan satu hal lagi mengenai pihak-pihak yang akan segera membutuhkan teknologi ini. Ada banyak startup di Indonesia yang menggunakan token dan model AI. Mereka menggunakan layanan tersebut dari luar negeri. Saya rasa salah satu tujuannya (Indosat Intelligence Suite) adalah membawa seluruh konsumsi tersebut kembali ke dalam Indonesia," cetus Vikram.

Jika berhasil, platform ini berpotensi menahan aliran belanja teknologi AI startup agar tetap berputar di ekosistem domestik. Indosat juga menegaskan tidak akan berhenti pada sektor perbankan dan pertambangan.

"Misi kami adalah intelligence for all. Kami akan membawanya ke tingkat berikutnya. Kami ingin memastikan bahwa teknologi ini membantu mereka melakukan pekerjaan dengan lebih baik dan meningkatkan produktivitas," tegas Vikram.

Bagi pelaku UMKM dan bisnis di daerah, ketersediaan layanan AI dengan harga rupiah dan dukungan lokal menjadi sinyal bahwa adopsi teknologi tidak lagi terkonsentrasi di Jakarta. Indosat belum merinci jadwal perluasan cakupan wilayah maupun daftar mitra berikutnya.

Follow www.liputankendari.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks