Pencarian

REAL Diversifikasi ke Data Center via RGST, Saham Melonjak 16,28%

Rabu, 07 Oktober 2026 • 15:17:31 WIB
REAL Diversifikasi ke Data Center via RGST, Saham Melonjak 16,28%
Saham REAL melonjak 16,28% ke level Rp 50 setelah perseroan mengumumkan diversifikasi ke bisnis data center.

SULAWESI TENGGARA — PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) mulai menggarap bisnis data center melalui anak usahanya, PT Repower Global Sinergitama (RGST), yang menandatangani nota kesepahaman dengan PT Quanta Tunas Abadi. Langkah diversifikasi ini disambut pasar dengan lonjakan saham REAL sebesar 16,28% ke level Rp 50.

RGST dan Quanta Tunas Abadi menjalin kerja sama sebagai persiapan akuisisi untuk mengembangkan layanan managed service, infrastruktur teknologi informasi, internet, dan pusat data. Quanta Tunas Abadi sendiri dikenal sebagai penyedia layanan internet (ISP) dan infrastruktur jaringan di Indonesia dengan merek Higen.

Direktur REAL, Sjafardamsah, menyatakan bahwa penandatanganan MoU menjadi landasan bagi kedua pihak untuk membahas langkah strategis pengembangan usaha di sektor tersebut. Pernyataan itu disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Meski begitu, transaksi ini belum final. Pelaksanaannya masih menunggu hasil uji tuntas, pemenuhan persyaratan internal masing-masing pihak, penandatanganan perjanjian definitif, serta restu dari otoritas terkait.

Dari Properti ke Infrastruktur Digital

Selama ini, bisnis utama REAL bergerak di sektor properti dan real estate, mencakup pembelian, penjualan, persewaan, serta pengoperasian aset properti yang dimiliki maupun disewa.

Beberapa proyek yang dikembangkan perseroan antara lain Botanical Puri Asri di Depok, Jawa Barat, dengan luas lebih dari 1,8 hektare untuk segmen menengah. Ada pula Green Botanical Garden di Jagakarsa, Jakarta Selatan, serta Pejaten Office Park di Warung Buncit, Jakarta Selatan.

Perseroan juga menggarap Apartemen Bekasi Timur seluas lebih dari 1,4 hektare, Apartemen Tangerang seluas 1,1 hektare berkonsep transit oriented development (TOD), Apartemen Pasar Minggu yang berjarak sekitar 500 meter dari stasiun, dan Townhouse Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Banten.

Setelah akuisisi rampung, REAL berpeluang memperluas bisnis di bidang infrastruktur teknologi informasi, internet, dan data center.

Emiten Data Center Makin Ramai di BEI

Langkah REAL menambah daftar emiten di BEI yang membidik bisnis infrastruktur digital seiring meningkatnya kebutuhan komputasi dan penyimpanan data akibat perkembangan AI.

  • PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mengembangkan kawasan industri yang menjadi lokasi sejumlah perusahaan data center.
  • PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) memasok kebutuhan listrik untuk operasional kawasan industri, termasuk pusat data.
  • PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) memiliki jaringan fiber optik yang mendukung konektivitas data center.
  • PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) menyediakan infrastruktur jaringan dan fiber optik penghubung pusat data.
  • PT DCI Indonesia Tbk (DCII) fokus pada bisnis data center.
  • PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengembangkan bisnis serupa melalui NeutraDC dan Telkomsigma.
  • PT Indosat Tbk (ISAT) memiliki eksposur lewat kerja sama strategis dengan BDx Indonesia serta pengembangan komputasi AI.
  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melakukan diversifikasi dari energi dan batu bara ke infrastruktur digital melalui unit usahanya.
  • PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) memperluas bisnis konektivitas ke ekosistem data center lewat anak usahanya.

Peringatan Analis: Diversifikasi Tak Otomatis Ciptakan Nilai

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, menilai tren akuisisi dan diversifikasi ke data center mencerminkan arah bisnis sejumlah emiten Indonesia dalam menangkap peluang pertumbuhan di masa depan. Pada beberapa kasus, perubahan arah bisnis itu terjadi bersamaan dengan pergantian pengendali perusahaan, meski tidak demikian di REAL.

"Pola ini konsisten dengan upaya konglomerasi memindahkan modal dari bisnis matang menuju sektor dengan pertumbuhan struktural lebih tinggi, termasuk mineral kritis, energi baru, infrastruktur digital, dan AI," kata Syafruddin kepada Katadata.

Syafruddin mengingatkan, label bisnis masa depan tidak serta-merta menandakan transformasi strategis yang kuat. Diversifikasi baru memberi nilai tambah jika perusahaan mampu memindahkan keunggulan dari bisnis lama, baik berupa modal, jaringan, teknologi, pelanggan, maupun kompetensi operasional.

Jika kaitan antara bisnis lama dan bisnis baru lemah, diversifikasi justru berpotensi menambah kompleksitas dan menggerus fokus manajemen. Bagi investor, kepastian rampungnya akuisisi RGST terhadap Quanta Tunas Abadi menjadi kunci untuk menilai apakah langkah REAL ini sekadar sentimen jangka pendek atau benar-benar mengubah lanskap pendapatannya ke depan.

Follow www.liputankendari.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks