KENDARI — Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Tenggara bersama Polresta Kendari memastikan pelaksanaan PBB DPW Sultra Cup Race 2026 selama dua hari di kawasan Tugu Religi eks MTQ Kendari berjalan aman dan tertib. Direktur Lalu Lintas Polda Sultra Kombes Pol Dr. Argowiyono, S.H., S.I.K., M.Si., memantau langsung pengamanan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Pengamanan difokuskan pada Ring 3 dengan mengatur arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan sekitar kawasan MTQ. Sebanyak 51 personel BKO Polda dikerahkan dan ditempatkan pada titik strategis untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan.
Pemisahan Lintasan Balap, Penonton, dan Jalur Darurat
Personel menjaga pemisahan antara lintasan balap, area penonton, kendaraan umum, kendaraan peserta, dan jalur darurat. Rekayasa lalu lintas dilakukan secara dinamis mengikuti kondisi lapangan.
"Rekayasa lalu lintas dilakukan secara dinamis sesuai kondisi lapangan dengan akses keluar-masuk kawasan dan jalur darurat tetap dijaga agar tidak terhalang selama perlombaan," jelas Kombes Pol Dr. Argowiyono.
Koordinasi antara panitia, Ditlantas Polda Sultra, Polresta Kendari, dan unsur pengamanan lainnya dilakukan berdasarkan pembagian wilayah. Pola itu diterapkan untuk mengurangi potensi gangguan terhadap keselamatan peserta dan masyarakat.
Dua Kendaraan Peserta Bersenggolan di Tikungan Depan Gedung DPRD
Pada hari pertama, terjadi insiden dua kendaraan peserta balap bersenggolan di tikungan depan gedung DPRD. Korban mengalami luka ringan dan fraktur akibat kejadian tersebut.
Insiden itu menjadi bahan evaluasi aspek keselamatan dalam penyelenggaraan kegiatan balap motor. Panitia telah menyerahkan surat pernyataan pertanggungjawaban kegiatan kepada Kapolresta Kendari.
Penambahan Garis Polisi hingga Komunikasi Panitia Lewat Handy Talky
Hasil pemantauan selama dua hari menunjukkan perlunya penguatan pembatas antara lintasan balap dan ruang publik. Penambahan garis polisi dinilai penting, terutama pada sore hari ketika jumlah penonton dan masyarakat meningkat.
Ditlantas juga merekomendasikan penyesuaian rekayasa lalu lintas berdasarkan perkembangan kepadatan penonton dan tahapan perlombaan. Peningkatan komunikasi antara panitia atau event organizer dengan petugas melalui perangkat handy talky turut disarankan.
Secara keseluruhan, pengamanan kegiatan dilakukan melalui pemisahan area, pengaturan arus lalu lintas, pengamanan jalur darurat, dan koordinasi antarpersonel. Tujuannya menjaga keselamatan pengguna jalan, peserta balap, dan pengunjung.
Ditlantas Polda Sultra akan menggunakan hasil evaluasi tersebut sebagai bahan perbaikan pengamanan kegiatan serupa. Langkah itu diambil guna menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Sulawesi Tenggara.