Pemkab Wakatobi menggelar parade dan lomba perahu hias di perairan Marina Togo, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan yang diikuti ratusan perahu nelayan dari 14 desa dan enam kelurahan ini menjadi bagian dari Festival Wakatobi Wave 2026. Parade tersebut sekaligus menampilkan identitas budaya maritim Suku Bajo di wilayah itu.
WAKATOBI — Ratusan perahu nelayan dari 14 desa dan enam kelurahan memadati perairan Marina Togo, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Sabtu (3/10/2026). Pemkab Wakatobi menggelar parade dan lomba perahu hias sebagai rangkaian Festival Wakatobi Wave 2026. Kegiatan ini menampilkan identitas budaya maritim, khususnya Suku Bajo yang menjadi bagian dari masyarakat pesisir Wakatobi.
Perahu Hias dari 14 Desa dan 6 Kelurahan Turun ke Laut
Peserta parade datang dari seluruh penjuru wilayah Wakatobi. Sebanyak 14 desa dan enam kelurahan mengirimkan perahu hias terbaik mereka untuk berlomba di perairan Marina Togo. Ratusan perahu nelayan yang terlibat membuat kawasan perairan tersebut dipenuhi aneka warna dan bentuk perahu yang dihias.
Parade ini bukan sekadar lomba. Pemkab Wakatobi memosisikannya sebagai panggung untuk memperlihatkan kekayaan budaya bahari warga setempat. Suku Bajo, yang dikenal sebagai masyarakat pelaut, menjadi salah satu penanda utama identitas tersebut.
Wakatobi Wave 2026 Jadi Ajang Tampilkan Budaya Maritim Suku Bajo
Festival Wakatobi Wave 2026 menjadi payung besar dari rangkaian kegiatan ini. Parade dan lomba perahu hias menjadi salah satu atraksi yang menyedot perhatian warga maupun pengunjung di kawasan Marina Togo.
Budaya maritim Suku Bajo ditampilkan lewat perahu-perahu yang dihias oleh masing-masing desa dan kelurahan. Warga pesisir Wakatobi memang menggantungkan hidup dari laut, sehingga perahu bukan hanya alat kerja, tetapi juga bagian dari jati diri.
Marina Togo Jadi Pusat Keramaian Warga
Perairan Marina Togo berubah menjadi lautan perahu hias pada hari itu. Ratusan nelayan membawa perahu mereka untuk mengikuti parade yang sudah menjadi agenda tahunan dalam festival tersebut.
Antusiasme warga terlihat dari banyaknya peserta yang berasal dari berbagai wilayah administratif di Wakatobi. Kegiatan ini juga menjadi momen berkumpulnya nelayan dari berbagai desa dan kelurahan dalam satu perairan.