Pencarian

Tari Lariangi Kaledupa Tampil di Festival Wakatobi Wave, Warisan Budaya Tak Benda Sejak 2013

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 21:41:32 WIB
Tari Lariangi Kaledupa Tampil di Festival Wakatobi Wave, Warisan Budaya Tak Benda Sejak 2013
Penari membawakan Tari Lariangi asal Pulau Kaledupa pada pembukaan Festival Wakatobi Wave di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Jumat (2/10/2026).

Sejumlah penari menampilkan Tari Lariangi asal Pulau Kaledupa pada pembukaan Festival Wakatobi Wave di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Jumat (2/10/2026). Tarian yang memadukan gerak dan syair itu telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda tingkat nasional sejak 2013. Penampilan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembukaan festival tahunan di kabupaten kepulauan itu.

WAKATOBI — Tari Lariangi menjadi salah satu penampilan yang mengisi pembukaan Festival Wakatobi Wave di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Sejumlah penari membawakan tarian asal Pulau Kaledupa itu di hadapan pengunjung yang hadir pada acara tersebut. Penampilan itu memadukan gerak tari dengan syair yang dilantunkan langsung oleh para penari.

Status Tari Lariangi sebagai Warisan Budaya Tak Benda tingkat nasional sudah disandang sejak 2013. Pengakuan itu menjadikan tarian ini salah satu kekayaan budaya yang tercatat secara resmi di tingkat nasional.

Apa yang Membuat Tari Lariangi Khas?

Tari Lariangi berasal dari Pulau Kaledupa, salah satu pulau di Kabupaten Wakatobi. Keunikannya terletak pada perpaduan antara gerakan tari dan syair yang dilantunkan oleh para penari itu sendiri. Kombinasi dua elemen tersebut menjadi ciri yang membedakannya dari tarian daerah lain di Sulawesi Tenggara.

Syair yang dilantunkan bukan sekadar pengiring, melainkan bagian utuh dari pertunjukan. Penari membawakan gerak dan syair secara bersamaan sehingga pesan yang terkandung di dalamnya tersampaikan lewat dua medium sekaligus.

Kaledupa dan Jejak Budaya Bahari Wakatobi

Kaledupa merupakan bagian dari gugusan kepulauan Wakatobi yang dikenal dengan tradisi bahari masyarakatnya. Tarian ini tumbuh di lingkungan masyarakat pulau yang kehidupan sehari-harinya lekat dengan laut. Karena itu, Tari Lariangi tidak bisa dilepaskan dari konteks sosial-budaya Kaledupa sebagai wilayah kepulauan.

Kabupaten Wakatobi sendiri terdiri dari sejumlah pulau yang masing-masing menyimpan tradisi berbeda. Kaledupa menjadi salah satu wilayah yang menjaga warisan seni pertunjukan ini dari generasi ke generasi.

Festival Wakatobi Wave sebagai Panggung Promosi Budaya

Festival Wakatobi Wave digelar sebagai ajang yang menampilkan kekayaan budaya dan potensi daerah kepulauan tersebut. Pembukaan festival pada Jumat (2/10/2026) menampilkan sejumlah pertunjukan, termasuk Tari Lariangi dari Kaledupa.

Penampilan tarian ini di acara berskala kabupaten memberi ruang bagi warisan budaya tak benda untuk dikenal lebih luas. Pengunjung festival, baik dari dalam maupun luar daerah, bisa menyaksikan langsung pertunjukan tersebut.

Mengapa Pengakuan WBTB Penting bagi Daerah?

Status Warisan Budaya Tak Benda tingkat nasional yang disandang Tari Lariangi sejak 2013 menjadi pengakuan resmi atas nilai budaya yang dikandungnya. Pengakuan itu juga menjadi dasar bagi upaya pelestarian agar tarian ini tidak kehilangan pewaris.

Bagi Kabupaten Wakatobi, keberadaan Tari Lariangi memperkuat identitas budaya daerah di tengah arus wisata bahari yang menjadi andalan wilayah tersebut. Seni pertunjukan seperti ini melengkapi daya tarik Wakatobi yang selama ini dikenal lewat keindahan lautnya.

Festival Wakatobi Wave menjadi salah satu cara memperkenalkan tarian ini kepada khalayak yang lebih luas. Penampilan di panggung pembukaan festival menempatkan Tari Lariangi sebagai bagian dari wajah budaya Wakatobi yang ditampilkan ke publik.

Follow www.liputankendari.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sultra.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks