SULAWESI TENGGARA — Ledakan keras mengguncang kawasan pertokoan Pakuwon City area San Antonio, Jalan Kalisari Utara, Surabaya Timur, Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 07.11 WIB. Dentuman terdengar hingga radius 500 meter dan merusak puluhan ruko, sementara lima pekerja rumah makan dilarikan ke rumah sakit. Ledakan diduga dipicu tabung gas LPG 50 kilogram yang berada di lokasi kejadian.
Kawasan pertokoan Pakuwon City area San Antonio di Jalan Kalisari Utara, Surabaya Timur, menjadi lokasi ledakan yang terjadi saat aktivitas usaha baru mulai berjalan. Insiden ini berlangsung sekitar pukul 07.11 WIB, ketika sejumlah ruko dan rumah makan mulai bersiap menerima pelanggan. Warga di sekitar kawasan berhamburan keluar setelah mendengar suara ledakan yang sangat keras.
Lima orang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Kelimanya merupakan pekerja rumah makan yang diduga berada di titik ledakan, dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Dentuman ledakan terdengar hingga radius sekitar 500 meter dari titik kejadian. Akibatnya, puluhan ruko di kawasan pertokoan mengalami kerusakan, mulai dari kaca pecah hingga bagian bangunan yang retak.
Laporan jurnalis iNews, Yudha Prawira, dari lokasi menyebutkan suara ledakan terdengar sangat keras. Warga sekitar yang panik langsung mendatangi lokasi untuk melihat kondisi pascaledakan.
Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti ledakan. Informasi sementara yang dihimpun di lokasi menyebut ledakan diduga dipicu gas dari tabung LPG berukuran 50 kilogram.
Dugaan awal mengarah pada ledakan yang terjadi di sebuah rumah makan, tepat ketika karyawan hendak membuka tempat usaha tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan sumber ledakan.
Ledakan ini menimbulkan kerugian langsung bagi pemilik ruko dan pekerja di kawasan pertokoan Pakuwon City San Antonio. Selain korban luka, aktivitas usaha di sekitar lokasi dipastikan terganggu sementara waktu.
Kawasan San Antonio sendiri dikenal sebagai pusat pertokoan dan kuliner di Surabaya Timur, dengan aktivitas yang padat terutama pada pagi hingga malam hari. Insiden ini menjadi perhatian karena terjadi saat jam operasional usaha baru dimulai.
Pemerintah Kota Surabaya dan aparat terkait belum merilis pernyataan resmi soal penyebab maupun jumlah kerugian material. Penanganan korban dan evakuasi di lokasi menjadi prioritas utama pascaledakan.