SULAWESI TENGGARA — Harga emas Antam ukuran 1 gram bertahan di Rp2.574.000 pada perdagangan Minggu (4/10/2026), tidak berubah dibandingkan posisi sehari sebelumnya. Stagnasi ini terjadi setelah harga turun Rp2.000 per gram pada Sabtu (3/10/2026), membuat investor kembali mencermati arah logam mulia dalam beberapa waktu ke depan.
Pergerakan yang tertahan ini mencerminkan pasar emas batangan sedang menunggu katalis baru. Pembeli ritel maupun investor institusi biasanya memantau arah harga dalam beberapa sesi sebelum menentukan posisi beli atau jual.
Logam Mulia menyediakan emas Antam dalam berbagai pilihan ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Harga disesuaikan dengan berat masing-masing pecahan, dan berikut daftar lengkapnya:
Stagnasi harga emas Antam tidak lepas dari pergerakan harga logam mulia di pasar global. Emas batangan Antam mengacu pada harga spot internasional yang dipengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Ketika kedua faktor itu bergerak terbatas, harga jual di Logam Mulia cenderung ikut datar.
Koreksi Rp2.000 per gram pada Sabtu lalu tergolong kecil dibandingkan fluktuasi harian yang biasa terjadi. Angka itu setara 0,08% dari harga 1 gram, sehingga tidak mengubah struktur harga secara signifikan.
Bagi investor ritel, harga yang stagnan bisa jadi momen untuk mencermati titik masuk. Pembelian emas Antam umumnya dilakukan bertahap untuk meratakan harga perolehan, terutama ketika arah pasar belum jelas.
Emas Antam dijual dalam dua bentuk utama, yaitu emas batangan bersertifikat dan emas perhiasan. Untuk tujuan investasi, pembeli biasanya memilih emas batangan karena spread jual-beli lebih tipis dan nilai intrinsiknya lebih mudah dilacak.
Masyarakat dapat menjadikan daftar harga terbaru ini sebagai acuan sebelum membeli emas sesuai kebutuhan dan kemampuan. Perlu diingat bahwa harga emas Antam dapat berubah kapan saja mengikuti pergerakan pasar global dan kurs rupiah.