KENDARI — Kabar duka menyelimuti keluarga besar Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Sulawesi Tenggara. Dessy Indah Rachmat, yang dikenal sebagai Ketua Dewan Pembina PIRA Sultra, mengembuskan napas terakhir di Kendari. Jenazah almarhumah disemayamkan untuk kemudian dimakamkan oleh pihak keluarga.
Dessy merupakan istri dari Ketua KONI Sultra yang juga Ketua DPW Gerindra Sultra, Andi Ady Aksar. Statusnya sebagai istri tokoh daerah tidak membuatnya menjauh dari anggota PIRA. Fenni Anggarainy Natakusuma, salah satu anggota PIRA Sultra, menyaksikan sendiri bagaimana almarhumah selalu membaur tanpa sekat.
Fenni mengaku kehilangan sosok panutan bagi perempuan-perempuan Gerindra di Sultra. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan kesaksiannya saat mengenang almarhumah.
"Innalillahi Wainnailaihi Rajiun.. Ibu Desi Indah Rahmat, Saya bersaksi Ibu orang baik," ujar Fenni Anggarainy Natakusuma dengan suara lirih.
Menurut Fenni, Dessy bukan hanya sekadar pimpinan di organisasi. Ia menempatkan almarhumah sebagai ibu, kakak, dan sahabat bagi seluruh anggota PIRA.
"Beliau itu orangnya sangat baik, ramah, tidak pernah membeda-bedakan. Kalau ada kegiatan PIRA, beliau selalu hadir, selalu support kami dari belakang. Selalu bilang, perempuan harus berdaya, perempuan harus kuat," kenang Fenni.
Selama mendampingi PIRA Sultra, Dessy mendorong berbagai kegiatan sosial bagi perempuan di daerah itu. Mulai dari senam zumba massal, lomba-lomba kemerdekaan, hingga pembinaan UMKM perempuan.
Fenni menyebut sosok almarhumah sebagai penggerak yang mengajarkan arti solidaritas kepada anggota. Kekompakan PIRA Sultra saat ini, kata dia, tidak lepas dari peran Dessy.
"Beliau yang ajarkan kami arti solid. PIRA Sultra hari ini bisa kompak itu karena Ibu Dessy. Kehilangan ini sangat berat buat kami," lanjutnya.
Meski berstatus sebagai istri Ketua DPW Gerindra Sultra, Dessy tidak pernah menunjukkan sikap eksklusif. Fenni menuturkan almarhumah selalu tersenyum dan merangkul siapa saja yang ditemui.
"Beliau tidak pernah jaim (jaga image). Ketemu siapa saja senyum, rangkul semua. Makanya kami semua di PIRA sayang sekali sama beliau," ucap Fenni.
Bagi anggota PIRA Sultra, pesan-pesan Dessy tentang pemberdayaan perempuan akan terus hidup. Fenni berjanji melanjutkan perjuangan almarhumah di organisasi tersebut.
"Kami di PIRA akan melanjutkan perjuangan Ibu. Semoga almarhumah husnul khatimah, diampuni dosa-dosanya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Al-Fatihah untuk Ibu Dessy," tutup Fenni Anggarainy Natakusuma.