KENDARI — Puluhan mahasiswa Program Studi Jurnalistik Universitas Halu Oleo (UHO) mendapat pelatihan langsung dari praktisi kantor berita nasional. Kegiatan yang digagas Biro ANTARA Sultra ini menyasar kampus sebagai langkah strategis menjaring calon jurnalis masa depan yang memahami standar penulisan internasional.
Kepala Biro ANTARA Sultra Zabur Karuru mengatakan, UHO dipilih karena memiliki potensi besar dengan jumlah mahasiswa jurnalistik yang cukup banyak. Materi yang diberikan difokuskan pada penguasaan teknik dasar penulisan berita sesuai karakter kantor berita yang berlaku global.
Dalam pelatihan ini, para mahasiswa tidak hanya diberi teori, tetapi juga praktik menyusun berita dengan kaidah 5W+1H yang ketat. Standar ini menjadi pembeda antara tulisan jurnalistik dengan karya tulis lain, terutama dalam hal kecepatan penyajian dan akurasi fakta.
"Ini salah satu usaha ANTARA untuk menciptakan regenerasi ke depannya, khususnya di bidang jurnalistik," ujar Zabur di hadapan para peserta.
Kepala Program Studi Jurnalistik UHO La Ode Herman Halika menyambut baik kolaborasi ini. Ia menilai pelatihan dari praktisi industri menjadi jembatan penting bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori yang didapat di ruang kelas ke dalam aktivitas peliputan nyata.
"Penulisan berita dalam jurnalistik itu sangat penting karena bisa melatih mahasiswa khususnya di Prodi Jurnalistik untuk mengembangkan keilmuan dan kompetensi mereka," kata La Ode Herman Halika.
Tidak berhenti pada pelatihan satu hari, ANTARA Sultra menyiapkan program kelanjutan. Rencananya, akan dibentuk wadah newsroom bersama untuk memfasilitasi pers mahasiswa dari berbagai kampus di Kendari.
Langkah ini diambil agar keterampilan yang baru diperoleh mahasiswa tidak berhenti di ruang pelatihan. Melalui newsroom bersama, mahasiswa dapat terus berlatih memproduksi berita dengan pendampingan jurnalis senior ANTARA, sekaligus membangun jejaring antarkampus.
Regenerasi jurnalis memang menjadi tantangan di tengah gempuran media sosial yang kerap mengaburkan batas antara informasi dan opini. Inisiatif ANTARA ini diharapkan bisa mencetak jurnalis muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga berpegang teguh pada kode etik dan standar profesional.