KONAWE — Bursa calon Wakil Bupati Kolaka Timur mulai memanas. Nasrullah Faizal, S.H., yang kini menjabat Wakil Ketua II DPRD Konawe sekaligus Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Konawe, menjadi salah satu nama yang disebut-sebut bakal diusulkan mengisi posisi yang kosong sejak Abdul Azis tersandung kasus hukum.
Kursi Wakil Bupati Kolaka Timur lowong setelah Bupati sebelumnya, Abdul Azis, S.H., M.H., ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Posisi Bupati kemudian diisi oleh Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd., yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati sejak Agustus 2025.
Kini, setelah hampir satu tahun memimpin, Yosep Sahaka tengah diproses untuk ditetapkan sebagai bupati definitif. Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Sulawesi Tenggara, Muhammad Fadlansyah, menyebut proses tersebut masih berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Nasrullah Faizal mengaku siap menjalani proses politik tersebut jika mendapat mandat dari partainya. Ia menegaskan keputusan akhir tetap berada di tangan mekanisme partai politik pengusung, yakni Partai NasDem, PAN, dan PSI.
“Insya Allah, doakan saja semoga dimudahkan,” ujar Nasrullah saat ditemui di Unaaha, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, jika memperoleh restu sekaligus perintah dari partai, dirinya siap mendampingi Yosep Sahaka untuk melanjutkan pemerintahan hingga akhir masa jabatan periode 2025–2030.
Nama Nasrullah dinilai memiliki peluang besar lantaran posisinya sebagai Ketua DPD Partai NasDem Konawe. Ia juga dikenal memiliki kedekatan dengan Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, S.H., yang merupakan putra dari Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, S.H.
Namun, hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari partai politik pengusung terkait figur yang akan diajukan kepada DPRD Kolaka Timur. Mekanisme yang berlaku mengharuskan partai pengusung mengusulkan dua nama kandidat, yang selanjutnya akan dipilih melalui rapat paripurna DPRD setempat.
Pengisian jabatan Wakil Bupati Kolaka Timur menjadi krusial untuk memastikan kelancaran roda pemerintahan di daerah yang dijuluki Bumi Sorume tersebut. Dengan adanya bupati definitif dan wakil bupati, diharapkan program-program pembangunan yang telah direncanakan dapat berjalan optimal.
Dinamika politik di Kolaka Timur diperkirakan akan terus berkembang hingga partai pengusung resmi menetapkan dua nama untuk diajukan ke DPRD. Publik pun menanti kepastian siapa yang akan mendampingi Yosep Sahaka memimpin kabupaten termuda di Sulawesi Tenggara itu.