Rupiah Melemah ke Rp17.860 per Dolar AS, Tertekan ke Level Terjauh Sejak 52 Pekan Terakhir

Penulis: Lendra Saputra  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:20:31 WIB
Rupiah melemah ke Rp17.860 per dolar AS pada perdagangan hari ini, tertekan ke level terjauh dalam 52 pekan terakhir.

SULAWESI TENGGARA — Pelemahan terjadi sejak pembukaan perdagangan di mana rupiah dibuka stagnan di level Rp17.815,7 per dolar AS, sebelum akhirnya terdepresiasi hingga menyentuh level tertinggi harian di Rp17.882,7. Hingga pukul 10.00 WIB, mata uang Garuda tercatat bergerak dalam rentang Rp17.821,5 hingga Rp17.882,7 per dolar AS.

Data historis menunjukkan tekanan terhadap rupiah bukan fenomena baru. Dalam enam bulan terakhir, dolar AS telah menguat 6,28 persen terhadap rupiah, dan dalam satu tahun terakhir akumulasi pelemahan mencapai 9,74 persen. Bahkan dalam lima tahun terakhir, depresiasi rupiah tercatat 24,28 persen.

Level Kritis Menanti di Tengah Rentang Perdagangan 52 Pekan

Dengan posisi saat ini, rupiah sebenarnya masih memiliki ruang pelemahan sekitar Rp336,8 sebelum menyentuh titik terendah dalam setahun terakhir. Sepanjang 52 pekan, pasangan USD/IDR tercatat pernah berada di level terkuat Rp16.085 dan terlemah Rp18.197,5 per dolar AS.

Menariknya, dalam sepekan terakhir dolar AS justru tercatat melemah 0,33 persen terhadap rupiah. Namun momentum penguatan tersebut gagal berlanjut, dan tekanan baru muncul kembali pada sesi perdagangan hari ini.

Faktor Eksternal dan Internal Menekan Nilai Tukar

Pelemahan hari ini terjadi di tengah sentimen pasar global yang masih dibayangi ketidakpastian arah kebijakan moneter bank sentral AS. Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar masih menanti sinyal kebijakan lanjutan dari Bank Indonesia untuk menopang stabilitas nilai tukar.

Data perdagangan menunjukkan pergerakan rupiah yang relatif terbatas pada paruh pertama sesi, mengindikasikan pelaku pasar memilih menunggu sebelum mengambil posisi besar. Volume transaksi yang cenderung tipis kerap memperbesar volatilitas pergerakan kurs.

Proyeksi Jangka Menengah: Stabilitas vs Tekanan Global

Sepanjang tahun berjalan, rupiah telah kehilangan daya beli signifikan terhadap dolar AS. Kenaikan USD/IDR yang mencapai 9,74 persen dalam setahun terakhir mencerminkan besarnya arus modal keluar dari aset berdenominasi rupiah, baik di pasar saham maupun obligasi pemerintah.

Level psikologis Rp17.900 hingga Rp18.000 menjadi area yang patut dicermati pelaku pasar. Jika tembus, bukan tidak mungkin rupiah akan menguji level terlemahnya dalam 52 pekan terakhir di Rp18.197,5.

Para pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan data ekonomi AS yang akan dirilis pekan ini, karena dapat mempengaruhi pergerakan dolar secara global. Keputusan Bank Indonesia dalam memanfaatkan instrumen triple intervention juga akan menjadi kunci pergerakan rupiah ke depan.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Lendra Saputra
Sumber: listrikindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top