SULAWESI TENGGARA — Shokz memperkenalkan OpenDots 2 di Jakarta pada Selasa (11/8/2026), bersamaan dengan pembukaan pop-up store pertama mereka di Mal Kota Kasablanka. Alih-alih masuk ke saluran telinga seperti TWS konvensional, perangkat ini menjepit di bagian luar telinga sehingga pengguna tetap bisa mendengar suara sekitar saat musik diputar.
Sylvania, representative Shokz untuk Southeast Asia, menyebut bahwa perangkat ini dirancang untuk mengikuti ritme harian pengguna yang dinamis. "Di Shokz, kami melihat kehidupan sehari-hari selalu dinamis. Bisa dilihat dari keseharian kita yang memulai hari dengan meeting di kantor, kemudian menjalani berbagai aktivitas ataupun melakukan hobi," ujarnya di acara peluncuran.
Bagian pengait OpenDots 2 memakai material nikel-titanium yang fleksibel, disebut JointArc. Shokz mengklaim desain ini menjaga earbuds tetap stabil saat dipakai bergerak, dan materialnya mampu kembali ke bentuk semula setelah ditekuk.
Dari sisi ketahanan, perangkat ini mengantongi sertifikasi IP57. Artinya, earbuds aman dari debu dan bisa dicuci dengan air—cocok untuk aktivitas berkeringat seperti lari atau gym.
Shokz membekali OpenDots 2 dengan sistem akustik Bassphere 2.0 dan dukungan Dolby Audio. Kombinasi ini diklaim mampu meningkatkan respons bass dan detail suara, memberikan panggung audio yang lebih luas dibanding generasi sebelumnya.
Perlu dicatat, open-ear punya keterbatasan fisik: bass tidak akan sedalam TWS in-ear yang menyegel saluran telinga. Klaim "bass meningkat" di sini harus dimaknai relatif—lebih baik dari pendahulunya, tapi bukan kelas subwoofer. Pengujian lebih lanjut diperlukan untuk melihat apakah Dolby Audio benar-benar terasa atau sekadar sertifikasi lisensi.
Untuk urusan telepon, OpenDots 2 punya satu mikrofon konduksi tulang khusus yang bekerja bersama dua mikrofon air-conduction. Sistem ini dirancang untuk menangkap suara pengguna sekaligus menekan gangguan suara di sekitar—fitur penting untuk pengguna yang sering meeting dari tempat ramai.
Total pemakaian mencapai 40 jam jika dihitung bersama charging case. Case-nya sudah mendukung pengisian nirkabel standar Qi, jadi bisa di-charge pakai wireless charger smartphone.
Konektivitas mengandalkan Bluetooth 6.1 dengan dukungan multipoint pairing—bisa terhubung ke smartphone dan laptop secara bersamaan. Ada pula dukungan Google Find Hub untuk melacak perangkat yang tertinggal.
OpenDots 2 dijual dengan harga Rp 3.999.000. Selama program peluncuran, konsumen mendapat aksesori tambahan senilai Rp 500 ribu, plus potongan cashback Rp 250 ribu untuk pembelian memakai kartu kredit BCA atau kartu debit BRI.
Perangkat tersedia dalam empat pilihan warna: beige, pink, black, dan grey.
Lucya Wongso, Head of Business Unit Erajaya Active Lifestyle, mengatakan pop-up di Kota Kasablanka adalah yang pertama bagi Shokz di Indonesia. "Untuk event pop-up Shokz di Mal Kota Kasablanka, ini merupakan event pertama kami. Jadi, ini pertama kalinya kami mengadakan pop-up di Indonesia, khususnya di Jakarta," jelasnya.
OpenDots 2 jelas menyasar pengguna yang lebih mementingkan kesadaran situasional dan kenyamanan seharian penuh dibanding isolasi suara total. Untuk mereka yang sering meeting sambil bergerak atau butuh tetap waspada saat lari di jalan raya, produk ini menawarkan paket menarik—dengan catatan kamu harus rela berkompromi soal kualitas bass.