Capaian CKG Kendari Tembus 55,36 Persen, Pemkot Perluas Skrining ke 15 Puskesmas untuk Murid Baru

Penulis: Lendra Saputra  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:15:31 WIB
Partisipasi program Cek Kesehatan Gratis di Kota Kendari mencapai 55,36 persen atau 213.721 warga yang telah menjalani pemeriksaan.

KENDARI — Dinas Kesehatan Kota Kendari mencatat tingkat partisipasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah mencapai 55,36 persen dari total 386.095 jiwa sasaran. Angka ini setara dengan 213.721 warga yang telah menjalani pemeriksaan, melampaui target nasional yang hanya 46 persen.

Untuk menjaga momentum tersebut, Pemkot Kendari kini mengarahkan fokus pada peserta didik baru. Kolaborasi antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta 15 puskesmas di wilayah kota digerakkan untuk menjangkau seluruh satuan pendidikan.

Target 100 Persen di Seluruh Sekolah

Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, menegaskan instruksi tegas agar program ini tuntas di lingkungan sekolah. Ia meminta setiap kepala sekolah berkoordinasi aktif dengan puskesmas setempat untuk memenuhi target tersebut.

“Setelah Rakor antara Dinkes dan Diknas Kota Kendari terkait CKG pada seluruh pelajar di satuan pendidikan baik tingkat SD, SMP maupun SMA, kami minta semua kepala sekolah agar mencapai 100 persen untuk melakukan CKG,” kata Amir Hasan, Senin.

Pemeriksaan yang diberikan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, kesehatan mata, gigi dan mulut, hingga skrining penyakit sesuai kelompok usia. Hasil pemeriksaan menjadi dasar tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi atau tindak lanjut medis jika ditemukan indikasi masalah.

Peran Strategis Sekolah dan Puskesmas

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Hasria, menyebut keterlibatan pihak sekolah menjadi pintu masuk utama keberhasilan program ini. Ia menekankan bahwa CKG bukan sekadar pemeriksaan rutin, melainkan investasi untuk membentuk generasi yang sehat dan produktif.

“Sekolah memiliki peran strategis dalam menyukseskan program CKG karena menjadi pintu masuk utama bagi peserta didik baru. Untuk itu, seluruh sekolah diminta meningkatkan koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan di puskesmas wilayah masing-masing agar target capaian CKG dapat terpenuhi,” ujar Hasria.

Deteksi dini terhadap kondisi kesehatan siswa dianggap krusial. Dengan penanganan yang cepat, gangguan yang berpotensi menghambat proses belajar dapat diminimalisir sejak awal.

Rincian Capaian per Kelompok Usia

Data Dinas Kesehatan Kota Kendari menunjukkan cakupan tertinggi justru berasal dari kelompok anak usia sekolah. Sebanyak 50.357 murid berusia 7-17 tahun telah diperiksa dari total sasaran 71.374 anak, atau setara 70,55 persen.

Kelompok balita dan anak prasekolah mencatatkan 25.256 pemeriksaan dari sasaran 42.382 anak. Sementara itu, kelompok dewasa (18-59 tahun) menjadi penyumbang terbesar secara jumlah, dengan 117.552 orang telah menjalani skrining dari sasaran 232.279 orang.

Adapun kelompok bayi baru mencapai 4.089 pemeriksaan dari sasaran 7.402 bayi, dan lansia tercatat 16.497 orang dari total 32.658 sasaran. Pemerintah kota berharap perluasan cakupan ke murid baru dapat mempercepat pemenuhan akses layanan kesehatan yang merata bagi seluruh warga.

Reporter: Lendra Saputra
Sumber: sultra.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top