SULAWESI TENGGARA — House House, studio di balik Big Walk, menanggapi keluhan komunitas soal sistem proximity voice chat yang dianggap terlalu pelan bagi sebagian pemain. Dalam patch terbaru yang dirilis, developer memilih untuk menaikkan volume suara secara keseluruhan, terutama untuk pemain dengan pengaturan mikrofon yang kurang ideal, tanpa mengubah fundamental desain permainan.
"Perubahan ini membuat suara pelan menjadi lebih keras secara keseluruhan, jadi kamu akan lebih terdengar jelas saat berbicara dari jarak dekat maupun jarak menengah," tulis House House dalam pernyataan resminya. "Jika kamu mengalami masalah ini, kemungkinan besar kamu akan merasa jauh lebih nyaman saat mengobrol dari jarak menengah sekarang."
Keputusan untuk tidak memperluas jangkauan suara pemain merupakan pilihan desain yang disengaja. House House menegaskan bahwa batasan jarak dalam komunikasi suara adalah elemen inti yang membentuk dinamika permainan Big Walk.
"Kami tidak mengubah jarak di mana suara mulai menghilang. Kami menganggapnya sebagai bagian penting dari desain game bahwa kamu hanya bisa mendengar pemain yang berada di dekatmu," jelas studio tersebut. "Jarak ini sangat spesifik dan membentuk dinamika permainan, sama seperti tinggi lompatan karakter yang spesifik dalam game platformer."
Artinya, pemain tetap harus mengandalkan berbagai alat komunikasi non-verbal seperti radio, isyarat tangan, atau gerakan tubuh yang panik untuk berkoordinasi dengan rekan satu tim dari kejauhan. Justru di situlah letak tantangan dan keseruan Big Walk—memecahkan teka-teki sambil berusaha keras memahami maksud rekan main yang hanya bisa melambaikan tangan dari seberang pantai.
Patch ini juga tidak menambahkan opsi untuk mengatur level volume suara dan audio latar secara terpisah. House House menyebut pembaruan ini sebagai "perbaikan paling penting" terkait masalah volume suara, namun mereka belum berencana menambah fitur lain dalam waktu dekat.
"Kami adalah tim yang sangat kecil, dan kami ingin memastikan setiap perubahan dilakukan dengan benar, jadi kami perlu mengambil langkah satu per satu," ujar studio tersebut. Mereka akan memantau masukan dari pemain sebelum memutuskan apakah perlu ada penyesuaian lebih lanjut di masa mendatang.
Bagi pemain yang belum mencoba Big Walk, perlu dicatat bahwa sistem komunikasi suara di game ini memang menuntut adaptasi. Jika dalam kehidupan nyata kamu dan pemain lain tidak bisa mengobrol santai karena jarak berjauhan—misalnya terpisah 25 meter di pantai—kemungkinan besar kamu juga tidak akan saling mendengar dengan jelas di Big Walk.
Meski sempat menuai kritik, Big Walk tetap dinilai sebagai game puzzle yang menyenangkan. Tim redaksi kami sendiri belum memberikan skor resmi, namun kesan awal setelah memainkan belasan teka-teki menunjukkan bahwa game ini cukup menghibur dan menawarkan pengalaman kooperatif yang unik.